YOGYAKARTA – Perhelatan Jogja-Netpac Asian Film Festival 2010 baru saja usai (30/12), namun kejutan terjadi dalam sesi kompetisi. Film Tehran without Permission (Sepideh Farsi) asal Iran berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus, yakni Netpac Award, Geber Award dan mendapat Special Mention dari para juri.

Film yang hanya menggunakan kamera handphone itu mampu memikat para juri untuk memilihnya. Adrian Pasaribu, Joko Narimo dan Elora Rini yang mewakili juri dari komunitas film, misalnya, memilihnya karena metode produksinya yang tanggap dengan situasi sekarang. Dalam jangka pendek, ia dapat diwujudkan oleh komunitas film di Indonesia. Dalam jangka panjang, ia dapat memantik perkembangan film di kalangan komunitas. “Isu yang diangkat oleh Tehran without Permission sangat tajam. Hal teknis menjadi bisa dikesampingkan,” terang Joko.

Blencong Award

Kejutan lain adalah kalahnya peraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2010 Kategori Film Pendek, Kelas 5000-an karya Jihad Adjie. Pada sesi Program Kompetisi Film Pendek Light of Asia, Kelas 5000-an tidak bisa menyaingi film Territorial Pissings karya Jason Iskandar.

Varadila, Ika Krismantari dan Bayu Bergas yang menjadi juri Light of Asia, memenangkan film berdurasi 7 menit ini karena mampu menyampaikan gagasan yang besar dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari lewat penyampaian yang sederhana. Dewan juri juga membuat penilaian berdasarkan pencapaian sinematografis yang sangat layak dan bahwa film ini lahir dari sutradara muda yang memiliki potensi sangat besar untuk bisa berprestasi di Asia dan internasional. (GS/KF.ORG)