YOGYAKARTA – Pada tanggal 5 Mei 2011 yang lalu di Moviebox Seturan Yogyakarta diadakan Jogja Movie Meeting Point #1. Acara pemutaran dan diskusi film komunitas film berbasis kampus se-Yogyakarta ini diselenggarakan atas kerjasama Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF), 12,9 AJ Kine Klub Universitas Atmajaya, Cinema Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Forum Film MMTC, Fiagra Universitas Gadjah Mada, Kine Club Komunikasi Universitas Gadjah Mada, Kompor Universitas Islam Indonesia dan Avikom UPN Veteran Yogyakarta.

Pada edisi perdana tersebut diputar beberapa film, yaitu Dimensi (12,9 AJ Kine Klub), Sang Layang (Ciko UMY), Beriak di Dalam (Avikom UPN) dilanjutkan diskusi dengan para sutradara film tersebut beserta pembicara tamu, Yosep Anggi Noen.

Dimensi bercerita mengenai seorang perempuan yang dalam satu momen hidupnya dikelilingi banyak orang yang sedang mengalami kesulitan, mulai dari keluarganya, temannya, hingga pacarnya. “Film ini memakan waktu 3 hari untuk syuting dan 2 bulan untuk editing” ujar Jatmiko Kresnatama, sutradara film Dimensi.

Sang Layang berkisah tentang persahabatan 3 anak kecil dan hubungan mereka dengan sebuah layang-layang. “Secara garis besar, film ini ingin memberikan gambaran tentang arti sebuah tanggungjawab dalam persahabatan,” ungkap Ridwan Wisnu Oka, sutradara film Sang Layang.

Beriak di Dalam mengangkat kisah mengenai hubungan mahasiswa perantauan dari Malaysia dengan mahasiswa dari Indonesia saat momen final Piala AFF tahun lalu. “Ide besar film ini diambil dari masalah perselisihan Indonesia dan Malaysia yang kerap muncul, mulai dari bidang politik hingga budaya,” ujar Edo R. Rahman, sutradara film Beriak di Dalam.

 

Yosep Anggi Noen beranggapan bahwa film-film komunitas film berbasis kampus identik dengan karya-karya dari pendahulu mereka, karena mereka mendapatkan referensi dari dalam komunitas mereka. “Misalnya Ciko UMY identik dengan anak-anak, 12,9 AJ Kine Klub identik dengan galau, serta Avikom yang identik dengan nasionalisme. Sudah saatnya mencari referensi di luar komunitas sehingga mendapatkan ide yang baru dan fresh,” ujarnya.

Acara yang dihadiri 65 orang tersebut ditutup dengan pemutaran film tamu karya Yosep Anggi Noen, It’s Not Raining Outside.

Edisi kedua dari Jogja Movie Meeting Point akan diadakan hari kamis tanggal 19 Mei 2001, pukul 19.00 wib di Moviebox, Jl. Seturan C 12A Yogyakarta. Pada edisi kedua tersebut akan diputar film dari Kine Klub UGM, Forum Film MMTC, dan Kompor UII dengan menghadirkan pembicara tamu Ifa Isfansyah, sutradara film Garuda di Dadaku.* (Damar Ardi/KF.ORG)