Setelah tayang perdana di Festival del Film Locarno, Swiss, 1-11 Agustus lalu, film Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (Peculiar Vacation and Other Illnesses), dipastikan masuk dalam beberapa festival internasional pada tahun ini.

Film yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, pemuda dari Desa Kaliduren, Sleman, Yogyakarta, ini berhasil memastikan tempat di Rio De Janeiro International Film Festival Brasil, Vancouver International Film Festival (VIFF) Kanada, dan Busan International Film Festival (BIFF) Korea.

Di Rio de Janeiro International Film Festival, Brasil, 27 September – 11 Oktober, Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya (selanjutnya ditulis sebagai “Vakansi”) diputar sebanyak empat kali selama festival berlangsung, namun tidak masuk dalam sesi kompetisi.

Sedangkan di VIFF Kanada, yang digelar mulai 27 September hingga 12 Oktober, film yang sebagian pengambilan gambarnya dilakukan di rumah sutradaranya di Desa Kaliduren, masuk dalam sesi kompetisi dalam program Dragons and Tigers, bersaing dengan tujuh film finalis lain dari berbagai negara di Asia dan memperebutkan hadiah uang sebesar $5.000. Program Dragons and Tigers dimaksudkan sebagai program untuk memperkenalkan sineas-sineas baru dan berbakat dari Asia. Program ini mulai dikenalkan pada 1985, tiga tahun setelah VIFF berjalan.

Dalam waktu bersamaan, Vakansi yang berbujet produksi sekitar 90 juta ini, juga akan menemui publik Korea di BIFF yang dihelat 4-13 Oktober ini, dalam program A Window on Asian Cinema. Dalam program ini, sebanyak 49 film dari 11 negara di Asia akan diputar.

Perihal Distribusi

Peredaran Vakansi secara internasional kini ditangani oleh M-Appeal, satu korporat distribusi film internasional yang bermarkas di Berlin, Jerman. “Mereka pegang distribusi internasional, kecuali untuk wilayah Indonesia dan Belanda,” terang Yosep Anggi Noen pada komunitasfilm.org, melalui pesan BBM.

Wilayah Belanda boleh jadi tidak dalam genggaman M-Appeal karena paska-produksi Vakansi dibiayai oleh Hubert Balls Fund, International Film Festival Rotterdam (IFFR) sebesar 20.000 euro, dan masuk dalam klausul hak pembagian wilayah distribusi.

Di Indonesia, Vakansi akan segera diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Namun ketika ditanya melalui BBM terkait jadwal penayangannya, Arya Sweta, Produser Vakansi, mengaku, “Belum tau, bro. Karena masih harus masuk sensor.”

Sejatinya, film yang diproduksi oleh Limaenam Films dan Tembi Rumah Budaya ini telah didaftarkan ke Lembaga Sensor Film (LSF) pada 18 September 2012, atas nama PT. Rupakata Cahaya Cendekia, dengan nomer pendaftaran 292/PSF-NAS/DCP/1/LSF-IX/2012. Namun statusnya hingga hari ini (2/10) masih dalam proses.* (Iman Ramadhan / KF.ORG)