Dua film pendek dari Indonesia masuk ke sesi kompetisi International Film Festival of Asian Pacific Countries in Vladivostok 2012, Rusia, pada 22-28 September mendatang. Bermula dari A (2011) yang disutradarai oleh BW. Purba Negara dan Shelter (2011) karya Ismail Basbeth, akan bertarung dengan delapan film lainnya dalam sesi kompetisi film pendek dari negara-negara Asia-Pasifik.

Di Luar Rencana

BW. Purba Negara, tatkala dihubungi KF, mengaku bahwa masuknya Bermula dari A di festival ini bukanlah targetnya. “Vladivostok International Film Festival termasuk festival yang di luar skema saya, dan di luar perhitungan saya,” jelasnya dengan kalem.

Hal ini karena Purba Negara telah memiliki skema distribusi sendiri untuk Bermula dari A. Terlebih, film ini telah melalui banyak pengalaman festival. Film hitam-putih berdurasi 16 menit itu sebelumnya meraih Ladrang Award pada Festival Film Solo 2011 sekaligus tayang perdana (world premiere). Seno Gumira Ajidarma, salah satu Dewan Juri Festival Film Solo, bahkan menyebut Bermula dari A sebagai film yang membawa pesan penting yang sangat relevan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga dalam skala internasional.

Benar saja, karena setelahnya film ini langsung masuk official selection di Busan International Film Festival pada Oktober 2011. Dan puncaknya adalah tatkala masuk sesi kompetisi di salah satu festival terbaik internasional untuk film pendek, yakni Clermont Ferrand International Short Film Festival Perancis (2012). Di dalam negeri sendiri, Bermula dari A menjadi Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2011, dan mendapat Spesial Jury Prize di Jogja-NETPAC Asian Festival 2011.

Faktor Phillip Cheah

Dihubungi secara terpisah, Ismail Basbeth menyatakan masuknya Shelter di Vladivostok ini adalah berkat jaringan NETPAC. “Saya tidak pernah memilih festival ini. Tapi sepengetahuan saya, film Shelter merupakan film yang direkomendasi oleh Phillip Cheah, salah satu programmer dari organisasi NETPAC,” jelasnya.

Phillip Cheah diakui oleh banyak kalangan sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia perfilman internasional saat ini, terutama sinema Asia dan ia pula yang berada di balik layar dalam menggerakkan sebagian roda perfilman Indonesia saat ini.

Dari pihak IFF Pacific Meridian sendiri menyatakan bahwa tahun ini adalah untuk pertama kalinya organisasi internasional NETPAC memberikan kontribusinya untuk penghargaan Cinema Asia di festival yang berusia 13 tahun ini. Yuriy Gonchrov, Program Director IFF Pacific Meridian, mengatakan dalam rilisnya, “Kami sangat senang bahwa NETPAC menawarkan untuk memberikan penghargaan mereka di festival kami”.

Meski demikian, masuknya Shelter bukan semata faktor Phillip Cheah, karena film ini sendiri telah memiliki pengalaman di Asian Short Competition Busan International Film Festival 2011, Official Selection di International Film Festival Rotterdam 2012, dan yang paling akhir adalah di Festival Film Solo 2012, Mei lalu.

Bermula dari A dan Shelter akan segera berkompetisi di Negeri Vodka, tanpa mereka duga sebelumnya. Bagi sebagian pembuat film, menang dalam satu kompetisi di festival itu layaknya sebuah bonus, karena yang terpenting adalah proses panjang dalam berkarya. “Bagiku sih, kita sekarang harus lebih percaya diri saja,” tegas Ismail.

Sedangkan Purba Negara dengan pengalaman membuat film dan pengalaman festival yang telah dilaluinya selama ini, lebih memilih kontemplatif. “Kita harus lebih detail melihat potensi kultural dan potensi kreatif negeri kita ini. Belajar film itu merupakan salah satu pelajaran bagi kita untuk belajar bercermin, sebelum kita menyuruh orang lain untuk menonton karya kita,” pungkasnya.* Iman Ramadhan/KF.ORG