Opini: Gajah di Pelupuk Mata Pembuat Film dan Video di Indonesia

Ada semacam kesulitan bagi kita jika hendak membicarakan persinggungan antara film dan video dalam konteks Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya semacam kegagapan dari kalangan pelaku film dan video sendiri pada awal kehadiran kamera video yang datang secara instan di tengah masyarakat. Kegagapan ini membuat mereka meraba-raba dan pada akhirnya menciptakan suatu kekosongan, bahkan kekeliruan dalam

Open Submission: OK. Video FLESH – 5th Jakarta International Video Festival 2011

OK. Video FLESH melihat daging sebagai metafora dari entitas biologis tubuh manusia yang berubah menjadi entitas digital (citraan, suara, teks) melalui perkembangan teknologi audiovisual. Ia juga merepresentasikan video yang semakin memperlihatkan sifat-sifat organik: tumbuh dan berkembang di dalam ruang virtual yang melampaui batas spasial dan temporal, bertransformasi ke dalam berbagai medium, dan terus-menerus bereproduksi karena sifatnya

Jogja Movie Meeting Point Edisi Perdana Putar Empat Film

YOGYAKARTA – Pada tanggal 5 Mei 2011 yang lalu di Moviebox Seturan Yogyakarta diadakan Jogja Movie Meeting Point #1. Acara pemutaran dan diskusi film komunitas film berbasis kampus se-Yogyakarta ini diselenggarakan atas kerjasama Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF), 12,9 AJ Kine Klub Universitas Atmajaya, Cinema Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Forum Film MMTC, Fiagra Universitas Gadjah

Film Pendek dari Palu Dikeroyok Film dari Jakarta dan Yogyakarta

SOLO, JAWA TENGAH – Lima film telah dipilih sebagai Nominasi Ladrang Award 2011 dari 169 film yang masuk proses kuratorial Festival Film Solo, yakni Territorial Pissings (Jason Iskandar, Jakarta), Perjalanan Untuk Kembali (Mulyadi Witono, Jakarta), Wrong Day (Yusuf Radjamuda, Palu), Say Hello to Yellow (BW Purba Negara, Yogyakarta), dan Bermula dari A (BW Purba Negara, Yogyakarta). Proses kurasi

Peraih Piala Citra 2010 Kandas di JAFF

YOGYAKARTA – Perhelatan Jogja-Netpac Asian Film Festival 2010 baru saja usai (30/12), namun kejutan terjadi dalam sesi kompetisi. Film Tehran without Permission (Sepideh Farsi) asal Iran berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus, yakni Netpac Award, Geber Award dan mendapat Special Mention dari para juri. Film yang hanya menggunakan kamera handphone itu mampu memikat para juri untuk memilihnya. Adrian Pasaribu, Joko Narimo

Hotel, Lelaki dan Nyonya Muda yang Kesepian

a romantic attachment or episode between lovers Mobil bak itu berhenti di depan sebuah hotel melati. Ning, si perempuan, tampak gelisah. Sementara Mar, si pria, berbicara dengan pemilik hotel untuk urusan menyewa kamar. “Ada kamar kosong” kata Mur akhirnya pada Ning yang masih di dalam mobil. Di dalam kamar Ning menghadapkan wajahnya ke arah kipas

Purnama dan Orang-orang yang Kehilangan

Purnama tidak hanya menggelisahkan serigala jadi-jadian, tapi juga penduduk nelayan di Cilincing, suatu daerah di pesisir Jakarta Utara. Karena pada setiap Purnama, air laut yang pasang membanjiri bilik tempat tinggal mereka. Gambaran kemiskinan penduduk yang kumuh dan segala macam penderitaannya dikemas dengan visual yang puitik dalam Purnama di Pesisir oleh sang sutradara, Chairun Nissa. Nirma